Perempuan Berambut Api

Dosa terbesar saya hari ini adalah karena saya telah membiarkan rambut saya tergerai. Orang-orang memandang saya dengan kebencian yang tidak saya mengerti. Terutama perempuan tua berambut kusut itu. Ia mengira saya adalah perempuan Liak, yang gemar menari di kuburan desa untuk merapal mantra ilmu hitam. Ia menuduh saya kerap menari memutari Sanggah Cucuk, dengan menaikkan … Continue reading Perempuan Berambut Api

Advertisements

Laki-laki yang Menyeberang dan Perempuan di tepi Persimpangan

Bagian I: Laki-laki yang Menyeberang Setiap kali sebuah peran dimasukinya, laki-laki itu tahu, ada jiwa baru yang tumbuh. Jiwa baru yang mempesona. Jiwa baru yang menyeretnya dalam pusaran. Semakin ia mengenal jiwa-jiwa itu, semakin ia merasa kerdil. Kecil. Sebuah arus kecil dalam luasnya samudera. Semakin banyak yang belum dikuasainya. Ia seperti perenang pemula di tengah-tengah … Continue reading Laki-laki yang Menyeberang dan Perempuan di tepi Persimpangan

Pohon Kelapa di Kebun Bibi

Tumpukan cucian piring sudah menunggu. Aku bisa menciumnya dari jarak beberapa langkah. Bahkan mungkin aku sudah merasakannya, jauh sebelum memasuki pintu rumah. Seperti apa baunya? Sulit untuk dijelaskan. Aku mencium sayur basi, ikan basi, ayam basi,  kecap basi. Bercampur-campur sampai sulit dikenali lagi. Pada saat itu terngiang-ngiang kalimat bibiku, Me Man Rindi. Perempuan tinggi besar … Continue reading Pohon Kelapa di Kebun Bibi

Surat Menteri dan Mimpi Pengarang Tua

Tohari, pengarang tua itu, gemetar memandangi surat yang baru saja diterimanya. Dari Menteri Pendidikan Indonesia. Di penghujung usia senjanya sebagai pengarang, baru kali ia merasa diperhatikan. Ia akan mendapatkan hadiah Rp 100 juta. Astagfirullah, itu uang yang tak pernah dibayangkan, bila mengingat selama ini ia hanya mendapat puluhan ribu dari honor tulisannya. Memang sesekali ia … Continue reading Surat Menteri dan Mimpi Pengarang Tua

Pertemuan

Aku tidak bisa membayangkan, keanehan macam apa yang bakal terjadi di kampung kami. Dua tokoh masyur akan pulang kampung secara bersamaan. Entah apa tujuannya. Yang lebih gila lagi, keduanya meminta aku untuk menjadi penengah pertemuan mereka. Alasannya, hanya aku yang mengerti perseteruan apa yang sedang mereka alami di Jakarta dan di TV-TV. Hanya aku yang … Continue reading Pertemuan