Ketika Waktu Melambat

Oleh Ni Komang Ariani               Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang demikian ganjil. Waktu bergerak sangat lambat. Aku memulai pagi dengan menonton lima jenis acara TV dengan dengan perasaan separuh enggan. Ketika aku melirik jam dinding, aku kaget bukan main. Jarum jam hanya bergerak dua puluh menit. … Lanjutkan membaca Ketika Waktu Melambat

Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai

Mimpi yang berulang. Bunga Marigold. Candi-candi keemasan berubah warna menjadi merah. Patung setengah manusia dan setengah burung yang bisa bergerak-gerak seolah hidup. Memilin-milin dan tumpang tindih dalam mimpiku sepekan ini. Alur ceritanya semakin lama semakin ganjil. Bahkan kadang tanpa alur cerita sama sekali. Bunga marigold. Candi-candi berwarna kemerahan. Patung manusia berkepala burung. Hanya itu yang … Lanjutkan membaca Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai

Senjakala

Prolog Pernahkah engkau mendengar kisah tentang sepasang bocah kembar yang bermain di celah-celah tebing. Pernahkah kau dengar kisah mereka yang menjadi kesayangan raja-raja yang memerintah berabad lalu. Pernahkah kau dengar lengking tawa mereka yang nyaring saat matahari pagi berebut kuasa dengan malam yang dingin. Legenda ini telah diceritakan turun-temurun dan masih hangat dibicarakan. Pantai Lovina, … Lanjutkan membaca Senjakala

Menemui Thailand, Menemui Bali Menemui Marigold

14 Agustus 2018 senjakala telah tiba ketika saya menjejakkan kaki di Thailand untuk pertama kali. Juga negeri asing untuk pertama kalinya. Selama tiga belas tahun ini, saya lebih merasa sebagai seorang ibu rumah tangga, daripada pekerjaan-pekerjaan lainnya. Saya menulis cerita, dan sejak tiga tahun terakhir ini saya mengajar. Namun saya selalu merasa, pekerjaan utama saya … Lanjutkan membaca Menemui Thailand, Menemui Bali Menemui Marigold

Perempuan Berambut Api

Dosa terbesar saya hari ini adalah karena saya telah membiarkan rambut saya tergerai. Orang-orang memandang saya dengan kebencian yang tidak saya mengerti. Terutama perempuan tua berambut kusut itu. Ia mengira saya adalah perempuan Liak, yang gemar menari di kuburan desa untuk merapal mantra ilmu hitam. Ia menuduh saya kerap menari memutari Sanggah Cucuk, dengan menaikkan … Lanjutkan membaca Perempuan Berambut Api