Kategori: Cerpen

Senjakala

bagian 2 Gunung Kawi, Januari 2000 [Seorang Bocah Menghilang Misterius di Gunung Kawi] Masyarakat  sekitar  masih  melakukan  pencarian   Headline koran lokal itu menarik perhatian Lily. Baru kemarin ia berada di GunungKawi, dan hari ini ia ia mengetahui sebuah peristiwa besar telah terjadi di sana. Lily merasa telah menjelajahi seluruh kawasan itu kemarin, namun ia sama … Lanjutkan membaca Senjakala

Ketika Waktu Melambat

Oleh Ni Komang Ariani               Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang demikian ganjil. Waktu bergerak sangat lambat. Aku memulai pagi dengan menonton lima jenis acara TV dengan dengan perasaan separuh enggan. Ketika aku melirik jam dinding, aku kaget bukan main. Jarum jam hanya bergerak dua puluh menit. … Lanjutkan membaca Ketika Waktu Melambat

Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai

Mimpi yang berulang. Bunga Marigold. Candi-candi keemasan berubah warna menjadi merah. Patung setengah manusia dan setengah burung yang bisa bergerak-gerak seolah hidup. Memilin-milin dan tumpang tindih dalam mimpiku sepekan ini. Alur ceritanya semakin lama semakin ganjil. Bahkan kadang tanpa alur cerita sama sekali. Bunga marigold. Candi-candi berwarna kemerahan. Patung manusia berkepala burung. Hanya itu yang … Lanjutkan membaca Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai

Perempuan Berambut Api

Dosa terbesar saya hari ini adalah karena saya telah membiarkan rambut saya tergerai. Orang-orang memandang saya dengan kebencian yang tidak saya mengerti. Terutama perempuan tua berambut kusut itu. Ia mengira saya adalah perempuan Liak, yang gemar menari di kuburan desa untuk merapal mantra ilmu hitam. Ia menuduh saya kerap menari memutari Sanggah Cucuk, dengan menaikkan … Lanjutkan membaca Perempuan Berambut Api

Laki-laki yang Menyeberang dan Perempuan di tepi Persimpangan

Bagian I: Laki-laki yang Menyeberang Setiap kali sebuah peran dimasukinya, laki-laki itu tahu, ada jiwa baru yang tumbuh. Jiwa baru yang mempesona. Jiwa baru yang menyeretnya dalam pusaran. Semakin ia mengenal jiwa-jiwa itu, semakin ia merasa kerdil. Kecil. Sebuah arus kecil dalam luasnya samudera. Semakin banyak yang belum dikuasainya. Ia seperti perenang pemula di tengah-tengah … Lanjutkan membaca Laki-laki yang Menyeberang dan Perempuan di tepi Persimpangan