Tag: cerpen

Lidah Ketut Rapti

Lidah Ketut Rapti

Oleh Ni Komang Ariani Apa yang dapat terjadi dalam sepuluh tahun hidup seseorang? Bisa jadi bukan apa-apa. Setiap pulang kampung ke Karangasem, aku melihat orang-orang yang melakukan hal yang sama. Perempuan tua penjual pindang  itu masih setia menyunggi sayur-mayur, tahu, pindang, bawang merah, bawang putih, yang menjadi barang dagangannya. Mas penjual dawet itu masih menjual … Lanjutkan membaca Lidah Ketut Rapti

Iklan

Seorang Kawan Bernama Yuliana

oleh Ni Komang Ariani Saya menemukan perempuan itu duduk lunglai dengan tatapan hampa menghadap jalan raya. Rambutnya yang kriting jarang-jarang berkibar-kibar dipermainkan angin siang yang kering. Entah angin apa yang membawa kaki saya mendekatinya. Duduk di sebelahnya dan memandangnya. Tanpa sepatah pertanyaan dari saya, ia menggumankan kisah hidupnya. Barangkali sesungguhnya ia hendak mencari seorang kawan … Lanjutkan membaca Seorang Kawan Bernama Yuliana